Mahasiswa NU di Blitar Diajarkan Rendah Hati dalam Belajar

Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT) bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus  Universitas Nahdlatul Ulama Blitar menggelar Sekolah Tasawuf di Pondok Pesantren Riyadhus Samawi, Kecamatan Kanigoro, kabupaten setempat, Ahad ( 22/08/2021).

Sekolah Tasawuf pertama kali digelar itu bertema Menjadi Sufi Masa Kini, Mengapa Tidak?. Tujuannya untuk menghidupkan budaya spiritualitas dalam kehidupan masa kini tentang bagaimana caranya agar konsep tasawuf bisa dipahami dan diterima di kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Dua pemateri dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Sholikhul Anwar dan Taufiq. Diskusi berlangsung gayeng, tidak kaku. Tanya jawab antara peserta dengan pemateri berjalan mengalir.

“Ibarat kita diberi rezeki yang berlimpah, hati kita tetap rendah hati, bersyukur, terhadap apa yang diberikan Allah kepada kita dan berbagi kepada yang membutuhkan,” kata Sholikhul menyampaikan materi tasawuf.

Sementara itu, Taufiq memaparkan bahwa tasawuf mengajarkan manusia untuk senantiasa mengindar dari kecintaan duniawi dan mengejar keutamaan ukhrawi. Karena itu orang yang bertasawuf senantiasa menghindari apa pun yang dilarang oleh Allah.

Dalam menuntut ilmu pun demikian. “Bersikaplah wara’ sebisa mungkin untuk memudahkan kalian dalam belajar serta perbanyak tirakat,” kata Taufiq.

Ketua Panitia Sekolah Tasawuf Alfin Alif Nur Ahmad mengatakan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 20 peserta, terdiri dari mahasiswa, siswa SMA, dan masyarakat umum. Kegiatan dilaksanakn dengan menerapkan protokol yang sangat ketat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.